Sekolah di Stop, Anak-anak Jalan-jalan ke Mal

Sekolah di Stop, Anak-anak Jalan-jalan ke Mal

TheKops September 25, 2020

Untuk mengurangi angka kenaikan penyebaran virus COVID – 19, pemerintah membuat regulasi untuk menutup sekolah sementara waktu. Sebagai solusinya, sekolah dan instansi belajar lainnya melakukan pembelajaran secara daring. Maka dari itu, aktivitas beli paket data online di kalangan siswa semakin meningkat. Namun, ada yang menarik saat pandemi ini. tidak hanya kegiatan belajar, namun ada sebagian yang melanggar dengan berkumpul di keramaian seperti berikut.

Banyak Yang Nongkrong di Cafe
Saat masa pandemi ini, semua aktivitas yang dilakukan dengan berkumpul akan dicegah. Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam memerangi peningkatan penyebaran virus Corona atau yang disebut juga Covid – 19. Dalam pelaksanaannya, semua kegiatan pembelajaran yang ada di sekolah ditutup dan dilakukan secara online. Media pembelajaran yang digunakan berupa aplikasi yang terhubung untuk siswa dan guru.

Namun dalam penerapannya, langkah ini belum efektif dan memenuhi standar pendidikan yang ada karena tidak meratanya teknologi. Malahan ada yang menyalah gunakan kesempatan ini dengan curang dan sebagainya. Bahkan ada juga murid yang beralasan belajar di warung kopi untuk mencari akses internet Wi-Fi, namun kenyataannya mereka hanya bersenda gurau dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan.

Ada yang menjadikan alasan untuk sekolah online harus dilakukan di tempat seperti cafe karena memiliki internet yang lancar. Mereka datang ke cafe hanya untuk sekedar berkumpul atau nongkrong. Banyak di antara mereka yang mengabaikan anjuran yang sudah ditetapkan oleh WHO dengan memakai masker maupun selalu mencuci tangan dengan sabun. Bukannya belajar, tetapi malah menjadikan alasan ini sebagai ajang untuk berkumpul.

Banyak Siswa Yang Berjalan – Jalan ke Pusat Perbelanjaan
Kebijakan Pemerintah Indonesia meliburkan semua sekolah dan meminta belajar di rumah untuk mencegah penyebaran virus berbahaya ini ternyata tidak benar – benar dijalankan. Tak sedikit orang tua bukannya tetap menjaga anaknya agar selalu di rumah dan belajar, justru mengajaknya mengunjungi pusat perbelanjaan. Sungguh disayangkan, bahkan di antara orang tua mengajak anaknya hanya sekedar untuk jalan – jalan.

Karena adanya pelanggaran seperti tindakan tersebut, pemerintah menyiapkan satuan tugas untuk memberi sanksi berupa peringatan tertulis dan pertimbangan kelulusan jika terjaring tim pengawasan gugus tugas Corona. Selain itu, jika benar ada keperluan mendesak di luar rumah, maka diwajibkan menggunakan masker sebagai bentuk penyebaran virus COVID – 19 ini.

Meskipun pemerintah berupaya untuk melakukan tindak lanjut, banyak di antara siswa dan orang tua tidak peduli akan adanya hal ini. Para aparat bahkan diterjunkan langsung untuk menertibkan jika ada kegiatan yang mencurigakan seperti berkumpul dengan orang banyak. Seperti halnya di Mal, masih banyak siswa yang sedang nongkrong di restoran cepat saji dan melakukan aktivitas berkumpul bersama tanpa menyadari ada virus yang berbahaya.

Selain tindakan tersebut, ada juga siswa yang beralasan jalan – jalan ke mal untuk beli paket data online sebagai sarana pendukung bagi kegiatan belajar. Namun sebenarnya mereka hanya memanfaatkan waktu ini untuk bersenang – senang. Padahal sudah ada himbauan yang diberikan agar tetap berada di rumah. Ada juga kesalahpahaman orang tua yang membuat anaknya dibebaskan dan tidak terlalu memantau aktivitas anaknya selama pandemi.

Alasan menggunakan internet jaringan ke tempat seperti cafe untuk mengerjakan tugas yang diberikan sekolah menjadi sangat populer bagi kalangan siswa di masa pandemi. Bahkan ada juga yang beralasan pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli paket internet padahal hanya berjalan – jalan. Banyak orang tua yang salah paham sebenarnya siswa tidak diliburkan, namun diinstruksikan untuk belajar di rumah dengan pengawasan, bukan dibiarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *